Posted in Prosa, tagged cinta on April 28, 2008 | Leave a Comment »
Saat aku mencintaimu, daun-daun akan berguguran dan menutupi seluruh jalan di kota ini karena ikut merayakan haru sendu syahdu hatiku padamu. Akan membuat petugas kebersihan yang digaji kecil tetapi tugasnya amatlah berat menggerutu sepanjang hari karena daun itu tak akan habis-habisnya berguguran.
Saat aku mencintaimu maka aku akan melupakan apapun bahkan untuk berlari ketika rumahku [...]
Read Full Post »
Posted in Puisi, tagged mama on April 28, 2008 | Leave a Comment »
Mamaku pernah berkata padaku
bahwa aku akan menjadi seorang pengelana di dunia ini
Di tubuhku akan tergores puluhan belati
atas orang-orang yang pernah kukalahkan karena menghalangi langkahku
Mamaku selalu tersenyum kala dia meraba pipiku
dan menemukan bulu-bulu tipis yang tumbuh di sana
Kemudian menutup kegelisahannya dengan mencium keningku
dan membiarkanku terlelap tidur dalam pangkuannya
Mamaku berkata bahwa aku mempunyai ekor
dan ekor [...]
Read Full Post »
Posted in Puisi, tagged pulang on April 28, 2008 | Leave a Comment »
Saat mentari terbit esok hari
Aku akan berjalan menuju senja
bahkan ketika orang tuaku berteriak di belakang
memanggil-manggil namaku
Saat itu aku hanya berjalan lurus ke depan
dan hanya membawa sebuah tas kecil yang terpagut di pinggang
Di dalamnya ada secarik kertas yang bertuliskan
Aku Pulang…
Yogyakarta, 24 Nov 05
Read Full Post »
Posted in Puisi, tagged cinta, waktu on April 28, 2008 | Leave a Comment »
Saat ingat bunga rampai cerah wajahmu
Sambutku di depan pintu
Aku remas buah tangan untukmu
Senja merah tampak pada wajahku
Hanya kutatap kakimu
Takjub…
Tak seperti yang kukira
Ada yang berbeda dengan dirimu
Entah kenapa ada pita yang mengikat nadiku
Aku dewasa menjadi kanak-kanak
Kau tetap kau, entah beda…
Aku tak tau…
Aku terus mendayung
Di derasnya sungai percakapan
Perahuku kadang oleng
Karena aku mendayung dengan mata terpejam
Apakah [...]
Read Full Post »
Posted in Puisi, tagged cinta, kekasih on April 28, 2008 | Leave a Comment »
Perjumpaan itu selalu singkat
Oh… Kekasihku…
Bara yang menyala dalam dadaku
Memaksaku untuk berpaling
Perjumpaan itu selalu singkat
Oh… Kekasihku…
Cinta itu kadang buram
Terselimuti kabut lenggokan tarian
Perjumpaan itu selalu singkat
Oh… Kekasihku…
Kadang rindu tak datang
Batinku tak selaras dengan tubuhku
Mataku selalu ditutupi tabir
Tabir yang kadang kunikmati
Apakah Kau cinta padaku?
Maafkan aku sebelum saatku nanti
Solo, Malam Takbiran 2 Nov 05
Read Full Post »
Posted in Puisi, tagged cinta, nama on April 28, 2008 | Leave a Comment »
Kunamai dirimu Saja
karena aku takmau mengulang-ulang namamu saja
Kunamai dirimu Saja
karena aku takmau ketika menulis aku teringat wajahmu saja
Kunamai dirimu Saja
karena namamu jadi lebih mudah diucapkan dengan 4 huruf saja
Kunamai dirimu Saja
karena aku mau kau hanya mencintaiku saja
00:20, Sidoarum, 24 April 2005
Read Full Post »