Entah mengapa aku begitu menyenangi kata itu (menggelinding). Kutemukan pertama kali saat dosen Seismologiku Ir. Djoko Wintolo, DEA memberikan wejangan tentang hidup. Beliau bercerita tentang jalan hidupnya yang tak pernah ia rencanakan atau sangkakan sehingga menjadi seperti ini. Beliau mengibaratkan bahwa hidupnya seperti banyu mili. Air (banyu) itu akan mengalir mengikuti kemanapun aliran sungai membawanya, [...]
Archive for the ‘Prosa’ Category
Menggelinding
Posted in Prosa, tagged menggelinding on March 13, 2009 | Leave a Comment »
Kenangan
Posted in Prosa, tagged kenangan on March 13, 2009 | Leave a Comment »
Kenangan, hanya muncul saat kita merasa mengingat kejadian di masa lampau. Semakin lama kejadian yang kita kenang maka kenangannya akan semakin menderu. Atau bisa saja dipicu dengan pertemuan dengan sebuah benda atau seseorang yang tidak kita rencanakan yang mempunyai kaitan dengan kejadian di masa lampau.
Kejadian di masa lampau pun tidak seluruhnya akan bisa kita kenang. [...]
Surat Untuk Bapak
Posted in Prosa, tagged bapak, surat on May 24, 2008 | 1 Comment »
Bapakku yang sebatang kara. Apa kabar dengan tubuhmu? Masihkah kau paksa untuk mengolah ladang yang selalu merugi? Apa kabar dengan hatimu? Masihkah sekeras masalalu? Saat kau usir semua orang yang mengasihimu.
Aku tak mengasihimu tapi aku menyayangimu. Dan akupun tau kau merasakan juga sepertiku saat matamu memandangku pergi sampai menjadi sebuah titik di ujung panorama. Sudah [...]
Panah Cinta
Posted in Prosa, tagged cinta, panah on May 24, 2008 | Leave a Comment »
Manusia selalu dipusingkan dengan masalah cinta. Cinta diciptakan di tengah gemuruh ombak perkembangan jaman. Kultur sosial, budaya, dan permasalahan agama yang tiada henti-hentinya. Diciptakan untuk bisa/wajib dikompromikan dengan berbagai hal. Salah satu ujian kedewasaan adalah melampaui tahapan cinta.
Tidak akan menjadi menarik, menjadi asyik, menjadi cantik apabila tidak ada cinta di dunia ini. Untuk apa otak [...]
Realis atau Idealis ?
Posted in Prosa, tagged hidup, idealis, realis on May 23, 2008 | Leave a Comment »
Kalau kita hanya realis belaka dan hanya berpijak pada pragmatika data faktuil, yang terjadi maka kita pasti akan ikut tenggelam dalam rawa-rawa korup tanpa tepi, serba “explitation de l’homme”. Tetapi jika kita lari dari realita dan menjadi idealis murni, kita akan menguap, kabur, hilang.
Orang pasti bilang, kita harus kompromi. Tetapi, kompromi tanpa karakter serba oportunistis [...]
Keadilan
Posted in Prosa, tagged hidup, keadilan on May 23, 2008 | Leave a Comment »
Apa itu yang dimaksud teknologi informasi, apa itu yang dimaksud dengan jaman globalisasi.
Yang ada hanyalah ucapan gombal belaka dari pemimpinku yang ku tau hanya dari orang luar yang bertandang ke desaku.
Tubuhku teramat lelah untuk menerima segala macam ucapan-ucapan yang membingungkan, atau aku teramat malu jika nanti ku ditanya kembali oleh anakku akan ucapan asing yang [...]
Senja Untuk Perempuanku
Posted in Prosa, tagged cinta, perempuan, senja on May 23, 2008 | Leave a Comment »
Apa yang akan kita lakukan bila orang yang kita cintai ternyata sudah dimiliki oleh orang lain? Sekejap dalam bayangan kita adalah perasaan tidak terima bahwa tangan halusnya dipegang oleh orang lain, indah rambutnya tergerai dalam pundak orang lain, senyum hangat dan tetes air matanya seakan menjadi milik seutuhnya orang tersebut. Getir memang yang akan dirasakan.
Apa [...]
Saat Aku Mencintaimu
Posted in Prosa, tagged cinta on April 28, 2008 | Leave a Comment »
Saat aku mencintaimu, daun-daun akan berguguran dan menutupi seluruh jalan di kota ini karena ikut merayakan haru sendu syahdu hatiku padamu. Akan membuat petugas kebersihan yang digaji kecil tetapi tugasnya amatlah berat menggerutu sepanjang hari karena daun itu tak akan habis-habisnya berguguran.
Saat aku mencintaimu maka aku akan melupakan apapun bahkan untuk berlari ketika rumahku [...]