Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Puisi’ Category

Bermain Api

Sebuah pelajaran berharga bagi para pecinta
Tak pantas baginya untuk menyandang cinta sejati
Dikutuk ke dalam api kenistaan egoisme sepi
Yang dianggapnya paling benar

Tapi hanya semu semata

Bermain api memang kadang menyenangkan
Kepakan kupu-kupu disini mungkin menjadi badai di tempat lain
Hanya penyesalan yang akan menjadi cerita penutup
Tak cukup dengan kata maaf
Yang mungkin cuma sekedar ucapan [...]

Read Full Post »

Parlan

Parlan, ada apa dikandung hatimu sekarang?
Gemuruhkah masih sekembar masa lalu
Ilalang yang kau tebas masih membekas paras
Tak lekang oleh tarikan waktu

Sobatmu kan cerita di sini
Apa yang mengaliriku sebatas hening bunga malam tak bertuan
Kiranya dikau bisa mengertiku
Disini, sepatuku masih tercampakkan oleh lumpur

Parlan, apa pula yang dicari manusia
Bangkai kawannya kukira
Begitu pula disini, saat materi menjadi Tuhan [...]

Read Full Post »

Mereka Telah Pergi

Satu persatu roh ku meninggalkanku
Apakah ini yang dinamakan kesepian?
Aku baru merasakannya, saat darahku seakan terhenti
Di tengah suasana yang semuanya berwarna putih
Putih yang begitu menyilaukan
Kutelungkupkan wajahku di antara dua lutut dan kusilangkan tanganku kepadanya

Satu persatu mereka meninggalkanku
Tak ada lagi yang akan menamparku
Tak ada lagi yang kuajak mabuk hingga muntahku membajiri kota ini
Tak ada lagi keringat [...]

Read Full Post »

Kata Mamaku

Mamaku pernah berkata padaku
bahwa aku akan menjadi seorang pengelana di dunia ini
Di tubuhku akan tergores puluhan belati
atas orang-orang yang pernah kukalahkan karena menghalangi langkahku

Mamaku selalu tersenyum kala dia meraba pipiku
dan menemukan bulu-bulu tipis yang tumbuh di sana
Kemudian menutup kegelisahannya dengan mencium keningku
dan membiarkanku terlelap tidur dalam pangkuannya

Mamaku berkata bahwa aku mempunyai ekor
dan ekor [...]

Read Full Post »

Aku Pulang

Saat mentari terbit esok hari
Aku akan berjalan menuju senja
bahkan ketika orang tuaku berteriak di belakang
memanggil-manggil namaku

Saat itu aku hanya berjalan lurus ke depan
dan hanya membawa sebuah tas kecil yang terpagut di pinggang
Di dalamnya ada secarik kertas yang bertuliskan
Aku Pulang…

Yogyakarta, 24 Nov 05

Read Full Post »

Hanya Saat Itu Saja

Saat ingat bunga rampai cerah wajahmu
Sambutku di depan pintu
Aku remas buah tangan untukmu
Senja merah tampak pada wajahku
Hanya kutatap kakimu

Takjub…
Tak seperti yang kukira
Ada yang berbeda dengan dirimu
Entah kenapa ada pita yang mengikat nadiku
Aku dewasa menjadi kanak-kanak
Kau tetap kau, entah beda…
Aku tak tau…

Aku terus mendayung
Di derasnya sungai percakapan
Perahuku kadang oleng
Karena aku mendayung dengan mata terpejam
Apakah [...]

Read Full Post »

Tuk Kekasihku

Perjumpaan itu selalu singkat
Oh… Kekasihku…
Bara yang menyala dalam dadaku
Memaksaku untuk berpaling

Perjumpaan itu selalu singkat
Oh… Kekasihku…
Cinta itu kadang buram
Terselimuti kabut lenggokan tarian

Perjumpaan itu selalu singkat
Oh… Kekasihku…
Kadang rindu tak datang
Batinku tak selaras dengan tubuhku

Mataku selalu ditutupi tabir
Tabir yang kadang kunikmati
Apakah Kau cinta padaku?
Maafkan aku sebelum saatku nanti

Solo, Malam Takbiran 2 Nov 05

Read Full Post »

Kunamai Dirimu Saja

Kunamai dirimu Saja
karena aku takmau mengulang-ulang namamu saja
Kunamai dirimu Saja
karena aku takmau ketika menulis aku teringat wajahmu saja

Kunamai dirimu Saja
karena namamu jadi lebih mudah diucapkan dengan 4 huruf saja
Kunamai dirimu Saja
karena aku mau kau hanya mencintaiku saja

00:20, Sidoarum, 24 April 2005

Read Full Post »