Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘cinta’

Panah Cinta

Manusia selalu dipusingkan dengan masalah cinta. Cinta diciptakan di tengah gemuruh ombak perkembangan jaman. Kultur sosial, budaya, dan permasalahan agama yang tiada henti-hentinya. Diciptakan untuk bisa/wajib dikompromikan dengan berbagai hal. Salah satu ujian kedewasaan adalah melampaui tahapan cinta.

Tidak akan menjadi menarik, menjadi asyik, menjadi cantik apabila tidak ada cinta di dunia ini. Untuk apa otak manusia diberikan oleh Tuhan. Sinkronisasi antara logika dan perasaan merupakan pukulan yang keras terhadap kemampuan otak kita. Yang terasah dan yang masih berdenyut adalah pemenangnya. Tidak ditentukan dari kebahagiaan, tapi dari pencapaian diri menjadi sesuatu yang stabil dimana antara tubuh dan pemikiran merupakan unsur yang “unbreakable”.

Kata temanku, cinta berkepribadian ganda. Lebih tepatnya pisau bermata dua yang dimiliki oleh Sengkuni. Ukurannya beberapa mili mikron tapi mampu meledakkan gunung, membunuh dan memusnahkan untuk selama-lamanya. Panahnya yang tumpul pun mampu mengguncang magma cair bumi manusia untuk meledak kemudian. Panahnya yang tajam mengusir Adam-Hawa keluar dari taman Firdaus.

16 September 2007

Advertisements

Read Full Post »

Bermain Api

Sebuah pelajaran berharga bagi para pecinta

Tak pantas baginya untuk menyandang cinta sejati

Dikutuk ke dalam api kenistaan egoisme sepi

Yang dianggapnya paling benar

Tapi hanya semu semata

Bermain api memang kadang menyenangkan

Kepakan kupu-kupu disini mungkin menjadi badai di tempat lain

Hanya penyesalan yang akan menjadi cerita penutup

Tak cukup dengan kata maaf

Yang mungkin cuma sekedar ucapan di bibir saja

Baginya tak ada yang lebih menarik daripada rasa penasaran

Akan dahaga sebuah perasaan baru

Yang tak ditemui di dunia yang ditatapnya

Baginya kurang, baginya hambar, baginya lapar

Ada lagu baru katanya

Ada wangi baru katanya

Ada rasa baru katanya

Ada kisah baru katanya

Bersembunyi dibalik keberadaban

Yang masih bertahan tapi entah kapan akan dijadikan alkitab

Bagi orang-orang sepertinya

Bagi orang-orang yang hidup dalam dunia yang semakin murtad

Sungkai, 2 jan 06

Read Full Post »

Senja Untuk Perempuanku

Apa yang akan kita lakukan bila orang yang kita cintai ternyata sudah dimiliki oleh orang lain? Sekejap dalam bayangan kita adalah perasaan tidak terima bahwa tangan halusnya dipegang oleh orang lain, indah rambutnya tergerai dalam pundak orang lain, senyum hangat dan tetes air matanya seakan menjadi milik seutuhnya orang tersebut. Getir memang yang akan dirasakan.

Apa yang akan kita lakukan? Memotong kedua tangan laki-laki itu karena telah memegang tangannya, menggergaji pundak laki-laki itu karena telah menjadi sandaran bagi rambutnya, membunuh perlahan laki-laki itu karena telah memiliki apa yang seharusnya menjadi milikmu. Seandainya waktu bisa diputar ulang, mungkin kau akan berusaha untuk menjadi yang lebih dulu mendekati perempuan itu, mengeluarkan segala rayuan fantastismu dan kau akan berusaha mati-matian dan berkorban untuknya untuk mendapatkan cintanya. Seandainya waktu bisa diputar ulang kawan… Seandainya…

*****

Berikanlah senja pada perempuanmu (seperti kata seno gumira). Senja dari dalam lubuk hatimu, senja yang temaram yang akan selalu melindungi perempuanmu untuk selalu menikmati indahnya senja pada dirimu. Senja yang walau artinya adalah kegalauan dan kekecewaan hatimu sesungguhnya bisa merupakan pelindung yang baik untuk perempuanmu. Apa lagi yang bisa kita harapkan selain menghadirkan senja yang baik untuknya yang akan membuat dia tersenyum walaupun bersama seseorang lain di sampingnya. Senja itu akan selalu ada dan akan selalu menjadi malam yang lebih lama menyelimuti hati perempuanmu sampai matahari tiba.

****

Kita adalah manusia dewasa yang siap menerima kekalahan dan resiko dari cinta. Waktu terus berjalan dan hidup kita mau tidak mau harus mengikuti sang waktu. Berikanlah yang terbaik pada dunia, pada orang-orang terdekatmu, pada semua orang yang ada di sekitarmu. Jangan pernah menyakiti diri sendiri, karena kita tidak tau apa yang terjadi pada misteri hidup selanjutnya. Sampai bertemu lagi di batas lempeng; batas lempeng hatiku, hatimu, atau batas lempeng tektonik….

29 Januari 2006

Read Full Post »

Saat Aku Mencintaimu

Saat aku mencintaimu, daun-daun akan berguguran dan menutupi seluruh jalan di kota ini karena ikut merayakan haru sendu syahdu hatiku padamu. Akan membuat petugas kebersihan yang digaji kecil tetapi tugasnya amatlah berat menggerutu sepanjang hari karena daun itu tak akan habis-habisnya berguguran.

Saat aku mencintaimu maka aku akan melupakan apapun bahkan untuk berlari ketika rumahku terbakar dan apinya sudah mencapai kamarku. Aku hanya melihat dan menikmati kobaran itu mulai membakar tumpukan kertas-kertas bekas kesalahan mengetik skripsiku yang sudah menggunung dan tidak kubuang. Dan ketika api menjalar di tubuhku mulai dari jari sampai mengeritingkan bulu dadaku tak kurasa karena aku lupa akan rasa sakit.

Saat aku mencintaimu maka negara ini akan menjadi negara termiskin di dunia karena aku tak benar-benar hidup di kota ini tapi hidup dalam imaji cintaku dan aku tak mau membayar pajak sehingga pemerintah akan berkurang pemasukannya sebesar tiga-ratus-ribu-rupiah dalam sebulan dan akan terjadi inflasi besar-besaran, rupiah melemah, tidak akan ada investasi, rakyat kehilangan pekerjaan, kelaparan dan kemiskinan merajalela di mana-mana.

Saat aku mencintaimu maka cintailah aku karena kalau kau tidak mencintaiku maka aku akan bunuh diri dengan menyayat nadiku dan kubiarkan darah itu mengalir kemana-mana. Menetes dari meja belajarku, melewati bawah pintu kamarku, menuruni tangga menuju ke ruang tamu kemudian berbelok karena disana ibuku sedang duduk di lantai beralaskan permadani sambil menghitung laba hari ini. Aliran darah terus mengalir sampai ke jalan melewati hiruk pikuk orang dan lalu lalang kendaraan, berhenti sejenak kala lampu merah di persimpangan jalan, membagi dua ke kiri dan ke kanan. Yang ke kiri terus menuju ke halaman rumah tua melewati roda mobil jeep yang selalu parkir di depan rumah, masuk melalui pintu utama berbelok mengindari permadani kemudian berhenti tepat di depanmu yang sedang menonton infotainment sore itu. Saat itu kau coba membersihkan darah itu dengan menghabiskan bergulung-gulung tisu sampai kau sadar bahwa kau sudah tenggelam dalam lautan darah dan seluruh kota ini sudah dibanjiri darah bak banjir bandang kala Nabi Nuh.

Yogyakarta, Seperempat Desember 2005

Read Full Post »

Hanya Saat Itu Saja

Saat ingat bunga rampai cerah wajahmu

Sambutku di depan pintu

Aku remas buah tangan untukmu

Senja merah tampak pada wajahku

Hanya kutatap kakimu

Takjub…

Tak seperti yang kukira

Ada yang berbeda dengan dirimu

Entah kenapa ada pita yang mengikat nadiku

Aku dewasa menjadi kanak-kanak

Kau tetap kau, entah beda…

Aku tak tau…

Aku terus mendayung

Di derasnya sungai percakapan

Perahuku kadang oleng

Karena aku mendayung dengan mata terpejam

Apakah perahuku menabrak perahumu?

Aku bukan aku, aku menjadi beda…

Aku dewasa menjadi kanak-kanak

Sungai itu mengalir tidak jelas

Alirannya kadang-kadang berbalik

Aneh tapi nyata…

Perahu kita tetap tenang menuju satu tujuan

Saling mengangkat sampai melayang

Bulu-bulu itu kita pasang

Sampai kita sama-sama terbang

Aku terbang lebih tinggi

Semakin tinggi semakin rontok pula buluku

Sengaja tak kau ikat dengan benar

Aku senyum sambil melihat kau dari jauh

Tak jelas senyummu

Kaki ini terus melangkah

Terasa lama tak jumpa sungaimu lagi

Gelisah…

Kau bunuh aku pelan-pelan…

Sidoarum, 8 Nov 05

Read Full Post »

Tuk Kekasihku

Perjumpaan itu selalu singkat

Oh… Kekasihku…

Bara yang menyala dalam dadaku

Memaksaku untuk berpaling

Perjumpaan itu selalu singkat

Oh… Kekasihku…

Cinta itu kadang buram

Terselimuti kabut lenggokan tarian

Perjumpaan itu selalu singkat

Oh… Kekasihku…

Kadang rindu tak datang

Batinku tak selaras dengan tubuhku

Mataku selalu ditutupi tabir

Tabir yang kadang kunikmati

Apakah Kau cinta padaku?

Maafkan aku sebelum saatku nanti

Solo, Malam Takbiran 2 Nov 05

Read Full Post »

Kunamai Dirimu Saja

Kunamai dirimu Saja

karena aku takmau mengulang-ulang namamu saja

Kunamai dirimu Saja

karena aku takmau ketika menulis aku teringat wajahmu saja

Kunamai dirimu Saja

karena namamu jadi lebih mudah diucapkan dengan 4 huruf saja

Kunamai dirimu Saja

karena aku mau kau hanya mencintaiku saja

00:20, Sidoarum, 24 April 2005

Read Full Post »