Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘sahabat’

Parlan

Parlan, ada apa dikandung hatimu sekarang?

Gemuruhkah masih sekembar masa lalu

Ilalang yang kau tebas masih membekas paras

Tak lekang oleh tarikan waktu

Sobatmu kan cerita di sini

Apa yang mengaliriku sebatas hening bunga malam tak bertuan

Kiranya dikau bisa mengertiku

Disini, sepatuku masih tercampakkan oleh lumpur

Parlan, apa pula yang dicari manusia

Bangkai kawannya kukira

Begitu pula disini, saat materi menjadi Tuhan bagi segalanya

Tangan ini sudah berselaput darah

Parlan, sepi yang jahat selalu menggelayutiku

Walaupun diantara sejuta bidadari

Kasihnya tak selegit rekah bibirnya

Hanya lenguhan lirih yang tersisa dalam dadaku

Di dalamnya hampa tak ada cinta

Parlan, sudahkah kau menemukan takjuban alam yang menjadi takdirmu

Disini aku masih mengukir legenda pribadiku

Dimana halaman pertamanya terdapat coretan buah tanganmu

Mungkin kau tak merasakannya

Parlan, ada apa dikandung hatimu sekarang?

Sobatmu kan menunggu ceritamu.

Sungkai, Maret 2006

Advertisements

Read Full Post »

Mereka Telah Pergi

Satu persatu roh ku meninggalkanku

Apakah ini yang dinamakan kesepian?

Aku baru merasakannya, saat darahku seakan terhenti

Di tengah suasana yang semuanya berwarna putih

Putih yang begitu menyilaukan

Kutelungkupkan wajahku di antara dua lutut dan kusilangkan tanganku kepadanya

Satu persatu mereka meninggalkanku

Tak ada lagi yang akan menamparku

Tak ada lagi yang kuajak mabuk hingga muntahku membajiri kota ini

Tak ada lagi keringat bercampur debu yang membaui hidung kota ini

Tak ada lagi si bajingan, si asu, si keparat, si babi, siapa?

Aku tahu saat ini memang akan datang

Dimana aku akan berjemur sendiri di terik matahari

Berlari sendiri dengan senyum yang kupaksakan

Apakah memang sudah saatnya

Atau memang aku yang belum siap

Kuludahi semua muka mereka yang meninggalkanku

Karena tak boleh ada yang meninggalkanku

Atas keegoisanku ini

Kupersembahkan tangisan pilu ditengah deru dunia yang makin cepat

Aku tak mau sendirian…

Aku menangis memohon…

Yogyakarta, Awal Januari 2006

Read Full Post »